Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki kembali menorehkan langkah strategis dalam pengembangan akademik dengan melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan Pembukaan Program Studi Studi Islam Jenjang Magister (S2). Kegiatan penting ini berlangsung pada hari Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Laboraturium kampus Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, dan berjalan dengan lancar serta penuh khidmat.

Asesmen lapangan ini merupakan tahapan krusial dalam proses pembukaan program studi baru sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam serta penguatan keilmuan Studi Islam di tingkat pascasarjana. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan ISMAA, tim asesor, serta civitas akademika.

Hadir dalam kegiatan ini Rektor Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, Dr. KH. Muhammad Hasan, S.H., M.H., yang sekaligus memberikan sambutan pembuka. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya asesmen lapangan serta menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan pascasarjana yang berkualitas, moderat, dan relevan dengan kebutuhan umat serta perkembangan zaman.

“Pembukaan Program Studi Studi Islam jenjang S2 ini merupakan ikhtiar institusional untuk melahirkan akademisi dan praktisi keislaman yang memiliki kedalaman ilmu, keluasan wawasan, serta integritas keilmuan dan moral,” ujar Rektor.

Asesmen lapangan ini menghadirkan dua asesor nasional yang berkompeten, yaitu Prof. Dr. Hj. Jauharoti Alfin, S.Pd., M.Si. dan Prof. Dr. Sri Lumatus Saadah, S.Ag., M.H.I. Keduanya melakukan penilaian secara komprehensif terhadap kesiapan program studi, mulai dari dokumen akademik, kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola, hingga visi keilmuan yang diusung oleh Program Studi Studi Islam S2.

Dalam pelaksanaan asesmen, para asesor juga melakukan diskusi mendalam dengan pimpinan institusi, tim penyusun borang, serta dosen-dosen yang dipersiapkan untuk mengampu perkuliahan di jenjang magister. Proses ini berlangsung secara dialogis, konstruktif, dan akademis, sehingga memberikan banyak masukan strategis bagi pengembangan program studi ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Calon Direktur Pascasarjana, Dr. Ubaidillah, S.E. Sy., M.H. Beliau memaparkan konsep penyelenggaraan Pascasarjana Studi Islam, arah pengembangan keilmuan, serta rencana jangka panjang dalam membangun ekosistem akademik yang unggul dan berdaya saing.

Dalam pemaparannya, Dr. Ubaidillah menegaskan bahwa Program Studi Studi Islam S2 akan menitikberatkan pada integrasi keilmuan Islam klasik (Turats) dan kontemporer, dengan pendekatan multidisipliner. Hal ini diharapkan mampu menjawab tantangan keislaman di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Kegiatan asesmen lapangan ini diakhiri dengan penyampaian kesan dan pesan dari para asesor. Beliau mengapresiasi kesiapan Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki dalam membuka Program Studi Studi Islam S2, sekaligus memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi sebagai bahan penyempurnaan ke depan.

Dengan terlaksananya asesmen lapangan ini, Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki berharap proses pembukaan Program Studi Studi Islam jenjang Magister dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan segera memperoleh izin operasional. Kehadiran program studi ini diharapkan menjadi kontribusi nyata institusi dalam pengembangan keilmuan Islam serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang studi Islam.